Saat survey kami juga melakukan wawancara dengan salah satu
warga yang tinggal di Tambak Rejo.
Narasumber yang kami wawancara
berprofesi sebagai peternak kambing dan pengusaha pengelolaan limbah.
Narasumber mengatakan bahwa daerah Tambak Rejo menjadi objek
Perencanaan Kota Bahari yang akan dikembangkan sebagai Pariwisata. Mata
pencaharian warga sekitar adalah sebagai nelayan.
Peternakan Kambing didaerah pesisir milik bapak tersebut
menjadi salah satu percontohan peternakan daerah pesisir yang terbaik di
Indonesia.
Narasumber kami juga sering mendapatkan tamu dari dosen
peternakan dan dokter hewan untuk mengetahui usaha narasumber kami dan melakukan pengamatan. Beberpa waktu lalu
sebelum wawancara, Narasumber kami
mendapatkan tamu dari Jerman yang ingin meninjau usaha yang telah di kelola
oleh narasumber.
Usaha peternakan kambing dan pengelolaan limbah berdiri
karena keinginan narasumber kami untu membuka usaha agar dapat mengembangkan
potensi peternakan didaerah pesisir yang dapat mengembangkan ekonomi lokal
didaerah Tambakrejo.
Usaha pengelolaan limbah milik narasumber hanya mengolah
limbah basah hotel di Semarang. Jumlah hotel yang bekerjasama dengan narasumber
kami sebanyak 60 Hotel di seluruh daerah Kota Semarang. Limbah yang ada diubah menjadi pakan ternak dan sebagian limbah yang
bagus dikeringkan dan di ekspor ke luar negeri sekitar 25 ton perbulan . Dari
pengembangan ekonomi melalui pengelolaan limbah ini Narasumber kami mendapatkan
penghasllan kotor 100 juta perbulan dan penghasilan bersih 60 juta per bulan.
Dari hasil wawancara bisa dilihat bahwa pengembangan ekonomi
tidak hanya dari sisi pasar atau pariwisata tetapi juga dapat dari hal
lainnya contohnnya peternakan kambing
yang sudah ada dan berhasil didaerah pesisir dimana dapat mengembangkan
perekonomian didaerah pesisir Semarang
0 comments:
Post a Comment