Saat survey kami juga melakukan wawancara dengan salah satu
warga yang tinggal di Tambak Rejo.
Narasumber yang kami wawancaraberprofesi sebagai peternak kambing dan pengusaha pengelolaan limbah.
Narasumber mengatakan bahwa daerah Tambak Rejo menjadi objek
Perencanaan Kota Bahari yang akan dikembangkan sebagai Pariwisata. Mata
pencaharian warga sekitar adalah sebagai nelayan.
Peternakan Kambing didaerah pesisir milik bapak tersebut
menjadi salah satu percontohan peternakan daerah pesisir yang terbaik di
Indonesia.
Narasumber kami juga sering mendapatkan tamu dari dosen
peternakan dan dokter hewan untuk mengetahui usaha narasumber kamidan melakukan pengamatan. Beberpa waktu lalu
sebelum wawancara, Narasumberkami
mendapatkan tamu dari Jerman yang ingin meninjau usaha yang telah di kelola
oleh narasumber.
Usaha peternakan kambing dan pengelolaan limbah berdiri
karena keinginan narasumber kami untu membuka usaha agar dapat mengembangkan
potensi peternakan didaerah pesisir yang dapat mengembangkan ekonomi lokal
didaerah Tambakrejo.
Usaha pengelolaan limbah milik narasumber hanya mengolah
limbah basah hotel di Semarang. Jumlah hotel yang bekerjasama dengan narasumber
kami sebanyak 60 Hotel di seluruh daerah Kota Semarang. Limbah yang ada diubah menjadi pakan ternak dan sebagian limbah yang
bagus dikeringkan dan di ekspor ke luar negeri sekitar 25 ton perbulan . Dari
pengembangan ekonomi melalui pengelolaan limbah ini Narasumber kami mendapatkan
penghasllan kotor 100 juta perbulan dan penghasilan bersih 60 juta per bulan.
Dari hasil wawancara bisa dilihat bahwa pengembangan ekonomi
tidak hanya dari sisi pasar atau pariwisata tetapi juga dapat dari hal
lainnyacontohnnya peternakan kambing
yang sudah ada dan berhasil didaerah pesisir dimana dapat mengembangkan
perekonomian didaerah pesisir Semarang
Halo pals! Selamat datang di web blog kami
kelompok 5 PTI dari Prodi PWK angkatan 2018
Sedikit
berbagi pengalaman mengenai survey pertama kalinya sebgai mahasiswa baru.
Kebetulan kelompok kami mendapatkan tema “pekerjaan yang layak dan perkembangan
ekonomi”. Susah-susah gampang untuk dapatin lokasi yang sesuai dengan tema
tersebut. Awalnya bingung-bingung rempong bahas digrup. Usulan rancu mulai dari
pasar tradisional sampai insdustri pabrik. Entah dapet ilham darimana, kelompok
kami berhasil dapet ide yang “clink” dengan memilih lokasi yang cukup jauh dari
kampus, yaitu Tambakrejo yang nun jauh di dekat Pelabuhan sana.
Setelah
sibuk wara-wiri bahas kesana-kemari buat nentuin jadwal survey, akhirnya
berangkatlah kita dengan personil kelompok yang kurang lengkap. Minus Tefi
Liring Aditya dikarenakan dia harus nengger bersama kelompok mata kuliah yang
lain. Wkkwkwk. Berangkatlah kita berempat dengan modal seadanya dan nekat
karena baru pertama kalinya. Selama diperjalanan bener-bener seru dan excited.
Tapi tiba sampai di wilayah yang udah agak asing kita jadi cemas. Google map
mulai lemot dan sinyal ilang-ilangan, temen yang ngarahin jalan mulai ga fokus
sampe hampir nyasar, panasnya Semarang bawah yang bikin luntur senyum excited
pas berangkat tadi dan segala macam riweh-riweh lainnya.
Tetep
kita nikmatin sampai tiba di lokasi yang udah mulai banyak proyek-proyeknya.
Mulai bingun dan ragu, apa bener alamat yang kita tuju itu lewat sini atau
bukan. Untungnya ada bebrapa ibu-ibu sedang berbincang, kita menepikan motor
dan turun menemui ibu-ibu tersebut. Bertanay dengan sopan mengenai lokasi yang
sedang kita tuju. Syukurlah ibu-ibunya dengan ramah menjelaskan arah yang harus
kita tuju. Selesai dijelaskan pun kita dengan percaya diri melanjutkan
perjalanan.
Ada
salah satu adegan epic banget, dimana kita ketemu jalan rel kereta api, disitu
ga ada palang yang seharusnya terpasang. Refleks kita berhenti, selang beberapa
menit kereta api dengan gerbong panjang melintas didepan kita. Seketika
langsung dari kita mengucap syukur lega, untungnya kita tetap waspada, coba
kalo asal trabas? Mungkin ga ada cerita ini diwebblog kita. Hehehehe.. canda
:”)
Sempet
bertemu jalan lurus dan belok kanan. Kita bingung harus pilih laju yang mana.
Syukur ada beberapa orang mas-mas proyeksi yang lagi istirahat berbaik hati mau
menjawab pertanyaan kita dan menjelaskan dengan ramah. Kita berterimakasih kemudian pamit dan melanjutkan perjalanan. Melewati jalan raya
arah ke demak dimana barengannya truk-truk besar kontainer, sewaktu naik motor
berasa mau terbang dari atas motor.
Mengikuti
petunjuk dari ibu-bu pertama dicampur petunjuk mas-mas proyek, kita berhasil
mendarat dengan mulus ke tempat yang kita ragukan. “beneran sini nih
tambakrejonya?” Awalnya kita masih
ragu tapi setelah melihat salah satu papan ternyata benar kita ada di
Tambakrejo. Tapi ada satu masalah, di daerah itu tidak akan terjadi relokasi ke
rumah susun. Padahal, rencana awal kita yaitu mewawancarai salah satu penduduk
yang akan direlokasi. Namun, kita bisa dikatakan beruntung karena di situ ada
sebuah tempat peternakan kambing pinggir laut dan pengolahan limbah.
Pas banget tuh sesuai tema yang
bakal kita angkat. Setelah melihat-lihat keadaan kita pun beranikan diri nanya
ke salah satu pegawai yang ada di sana. Pegawai itu langsung beri tahu kalau
mau wawancara ke bosnya aja langsung. Setelah menunggu beberapa menit si bos
pun muncul dengan pakaian seadanya sehabis mengurusi hewan ternaknya. Kita pun
diajak naik ke sebuah rumah panggung kecil di pinggir laut katanya biar
wawancaranya enjoy. Lalu kita nyiapin kamera untuk merekam jalannya wawancara.
Yang megang kamera awalnya Fitri dan penanyanya adalah Sabrina. Setelah itu
kita bergantian menanyai pertanyaan kepada pemilik peternakan tersebut. Karena
kebetulan hari itu adalah hari jumat, kita pun bergegas pulang setelah semua
pertanyaan dilontarkan.
Pengalaman yang asik banget!
Awalnya kita kebingungan nyari tempatnya dan pas sampai malah salah tempat tapi
ternyata di sana ada peternakan. Pas banget sama tema yang kita dapetin. Kita
juga dapet pengalaman baru, tau lokasi baru, dan tau pemahaman baru. Ga nyesel
deh survey jauh-jauh sampe pinggir laut hehe. Mungkin sekian dulu aja dari
kamu, mohon maaf apabila banyak typo. Enjoy the contents!